Saya, Kuliah dan Bidikmisi
Mungkin untuk sebagian orang, khususnya para hunter beasiswa udah gak asing lagi ya dengan bidikmisi ? Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki keterbatasan ekonomi namun potensi akademiknya baik. Namun, ada sebagian orang juga yang menganggap bahwa bidikmisi merupakan salah satu bentuk beasiswa, agak kurang tepat sebenarnya. Hal ini karena beasiswa biasanya berfokus pada pemberian penghargaan atau dukungan dana kepada mereka yang berprestasi. Walaupun sebenarnya, syarat berprestasi juga harus ada dalam salah satu persyaratan bidikmisi. Simpelnya sih, bidikmisi ini cocok untuk orang seperti saya yang gak pinter-pinter amat tapi ingin kuliah sedangkan biaya tidak memadai.
Oke, jadi kali ini saya akan menjelaskan beberapa step yang saya jalani sampai akhirnya mendapatkan bidikmisi, cek it out
Setelah memasuki masa akhir sekolah bagi kelas XII, biasanya akan diminta NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dari operator sekolah sebagai salah satu persyaratan pengajuan bidikmisi. Jadi gini teman-teman, silahkan buka wesite https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id nah di web tersebut, untuk bisa log in kita harus memasukkan No Pendaftaran dan kode akses siswa, dimana data tersebut akan kita miliki setelah mengajukan pendaftaran bidikmisi dan memberikan NISN ke operator sekolah.
Nah jika kita telah mendapatkan No Pendaftaran dan kode akses siswa kita bisa langsung log in. Setelah log in, ada beberapa data dan berkas-berkas yang harus dilampirkan sebagai persyaratan administrasi calon pemerima bidikmisi (untuk lebih jelasnya bisa kalian cek ya di web nya). Jika semua data telah selesai, kita bisa print out kartu bidikmisi yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan bidikmisi di kampus impian.
Saya sendiri mendapatkan bidikmisi di salah satu universitas swasta. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Setelah gagal dari universitas negeri tercinta (gagal karena kurang biaya, apalagi merantau di luar kota), saya mendapatkan informasi tentang bidikmisi di kampus tersebut (univ dimana kini saya kuliah). Nah saya coba deh daftar dan alhamdulillah akhirnya diterima dan saya mendapatkan bidikmisi.
So, it’s my story... jreng...!
Bagi saya pribadi, tahapannya lumayan rumit. Oh iya, karena saat itu adalah pertama kalinya saya datang ke kampus tersebut, saya bingung harus kemana. Untungnya ada temen, jadi bingungnya bareng haha. Akhirnya kami datang ke gedung Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan menanyakan detail bidikmisi di universitas tersebut. Ternyata belum semua fakultas ada program bidikmisinya, untungnya fakultas yang saya inginkan ada.
Singkat cerita kami datamng ke fakultas dan menanyakan detail cara mendapatkan bidikmidi tersebut. Akhirnya kami diberi selembaran persyaratan yang harus dipenuhi (berkas tersebut harus dilengkapi, selengkap-lengkapnya ya guys). Menurut saya, ini tahapan yang ribet karena kita harus kesana kemari mencari alamat, eh haha. Maksudnya pergi ke sekolah dan berbagai instansi untuk melengkapi persyaratan. Oh iya, sedikit cerita ya. Jadi waktu itu saya salah cetak background foto, jadi harus cetak foto lagi, karena sering ke tempat cetak foto suka diledekin, “cetak foto buat persyaratan nikah ya, banyak amat mbak” (yaelah, gak gitu juga kali)
Setelah semua data terkumpul, saya memberikan data tersebut ke pihak kampus (fakultas), data tersebut diperiksa. Selain itu kami juga melakukan tes tulis tingkat univ dan tes wawancara tingkat fakultas. Jujur wawancara adalah salah satu hal yang menegangkan. Saya masuk ke sebuah ruangan dimana di ruangan tersebut ada beberapa penguji sedangkan saya sendiri. I don’t know, but in this time i just tried to do the best, hehe.
Alhamdulillah, setelah beberapa hari menunggu hasilnya akhirnya saya dinyatakan lulus. Jujur, saya bukan orang yang sangat pintar. Saya sendiri merasa bahwa apa yang didapatkan saat itu adalah berkat kekuatan do’a, cuz Allah. MashaaAllah alhamdulillah ^^
Alhamdulillah, setelah melewati berbagai proses akhirnya saya berhasil mendapatkan bidikmisi tersebut. Namun, ada hal yang sedikit berbeda di kampus saya terkait uang bidikmisi yang kami terima sebagai biaya hidup. Entahlah, mungkin karena kampus swasta jadi tidak ada pengkelasan dalam pembayaran biaya kuliah. Jadi, dana bidikmisi yang digunakan cukup besar sehingga dana untuk biaya hidup yang diterima jauh berkurang. Tapi alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena di luar sana ada banyak sekali orang yang ingin kuliah tapi terkendala biaya.
Salah satu syarat agar tidak diblacklist dari bidikmisi ini adalah nilai IPK minimal 3. Gampang kan ya? Selain itu, saya pribadi merasa bahwa menjadi mahasiswa bidikmisi itu punya tanggung jawab yang besar baik dalam kelas maupun luar kelas. Kita harus selalu bisa jaga akhlak, jangan sampai bidikmisi dicabut karena kita tidak memiki kemampuan untuk mengendalikan diri. Selain itu, jika menjadi mahasiswa bidikmisi biasanya kita akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan kampus (diberi tanggung jawab lebih). Intinya menurut saya pribadi, menjadi mahasiswa bidikmisi itu merupakan berkah yang wajib disyukuri karena di luar sana banyak yang ingin kuliah tapi belum di beri kesempatan.
Kalian mau tanya-tanya lebih jauh soal bidikmisi? Tulis di kolom komentar ya ^^
Komentar
Posting Komentar